
Manusia
adalah makhluk yang lemah, tak selayaknya untuk bermegah-megahan dan
menyombongkan diri di hadapan Penguasa langit dan bumi. Ironisnya, fenomena dan
realita yang ada justru menunjukkan banyak manusia yang lupa hakikat dan jati
dirinya, sehingga membuat dia sombong dan angkuh untuk menerima kebenaran,
merendahkan orang lain, serta memandang dirinya sempurna dalam segala hal.
Rasulullah
` telah menjelaskan tentang bahaya
sifat sombong dan angkuh, sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud E,
dari Nabi `, beliau bersabda,
"Tidak
masuk surga siapa saja yang di dalam hatinya ada sedikit kesombongan,
kemudian seseorang berkata, “Sesungguhnya seseorang itu senang pakaiannya bagus
dan sandalnya bagus." Beliau bersabda, "Sesunguhnya Allah itu
Indah dan Dia menyenangi keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran
dan meremehkan orang lain." (HR. Muslim).
Imam
An-Nawawi t berkomentar tentang hadits ini, "Hadits
ini berisi larangan dari sifat sombong yaitu menyombongkan diri kepada manusia,
merendahkan mereka dan menolak kebenaran." (Syarah Shahih Muslim 2/269).
Al-Hafizh
Ibnu Rajab Al-Hambali t
berkata, "Orang yang sombong adalah orang yang memandang dirinya sempurna
segala-galanya, dia memandang orang lain rendah, meremehkannya dan menganggap orang
lain itu tidak pantas mengerjakan suatu urusan. Dia juga sombong menerima
kebenaran dari orang lain". (Jami'ul Ulum Wal Hikam, 2/275).
Raghib
Al-Asfahani t berkata,
"Sombong adalah keadaan/kondisi seseorang yang merasa bangga dengan
dirinya sendiri, memandang dirinya lebih utama dari orang lain, kesombongan
yang paling parah adalah sombong kepada Rabb-nya dengan cara menolak kebenaran
(dari-Nya) dan angkuh untuk tunduk kepada-Nya baik berupa ketaatan maupun dalam
mentauhidkan-Nya.” (Umdatul Qari`, 22/140).
Nash-nash
Ilahiyyah banyak sekali mencela orang yang sombong dan angkuh, baik yang
terdapat dalam al-Qur`an maupun dalam as-Sunnah.
1.
Orang Sombong Telah Mengabaikan Perintah Allah l
Allah
l berfirman,
artinya,
"Dan
janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah
kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri (angkuh)." (QS.
Luqman: 18).
Ibnu
Abbas c, menjelaskan makna
firman Allah l, “(Dan janganlah
kamu memalingkan mukamu dari manusia) dia berkata, "Janganlah kamu sombong
dan merendahkan manusia, hingga kamu memalingkan wajahmu ketika mereka
berbicara kepadamu." (Tafsir At-Thobari 21/74).
Ibnu
Katsir t mengatakan tentang
firman Allah U,
”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh”, maksudnya
janganlah kamu menjadi orang yang sombong, keras kepala, berbuat semena-mena.
Janganlah kamu lakukan semua itu yang menyebabkan Allah murka kepadamu."
(Tafsir Ibnu Katsir 3/417).
2.
Orang Yang Sombong Menjadi Penghuni Neraka
Allah
l berfirman,
artinya,
"Katakanlah kepada mereka, “Masuklah kalian ke pintu-pintu neraka Jahannam dan kekal di dalamnya, maka itulah sejelek-jelek tempat kembali." (QS. az-Zumar: 72).
Rasulullah
` bersabda :
"Tidak
akan masuk surga siapa saja yang di dalam hatinya terdapat sedikit
kesombongan." (HR. Muslim). Dalam hadits lain Rasulullah ` bersabda,
"Maukah
Aku beritakan kepada kalian tentang penghuni surga?” Para shahabat menjawab,
“Tentu (wahai Rasulullah).” Lalu beliau berkata, "(Penghuni surga adalah)
orang-orang yang lemah lagi direndahkan oleh orang lain, kalau dia bersumpah
(berdoa) kepada Allah niscaya Allah kabulkan doanya. Maukah aku beritakan
kepada kalian tentang penghuni neraka?” Para shahabat menjawab, “Tentu (wahai
Rasulullah).” Lalu beliau berkata, "(Penghuni neraka adalah) orang-orang
yang keras kepala, berbuat semena-mena (kasar), lagi sombong".
(HR. Bukhari & Muslim).
3.
Orang Sombong Pintu Hatinya Terkunci & Tertutup
"Demikianah Allah mengunci mati pintu hati orang yang sombong dan sewenang-wenang" (QS. Ghafir 35).
4.
Kesombongan Membawa kepada Kehinaan Dunia Akhirat
Orang
yang sombong akan mendapatkan kehinaan di dunia ini berupa kejahilan, sebagai
balasan dari perbuatannya. Firman Allah l,
artinya,
"Aku
akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di dunia ini tanpa
alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaanku".
(QS. Al-'Araf: 146).
Kebodohan adalah sumber segala malapetaka, sehingga Allah sangat mencela orang-orang yang jahil dan orang-orang yang betah dengan kejahilannya, Allah l berfirman, artinya,
"Sesungguhnya
makhluk yang paling jelek (paling hina) di sisi Allah ialah orang-orang yang
tuli dan bisu yang tidak mengerti apapun (jahil).” (QS.
al-Anfal: 22).
Maksudnya,
Allah l menghinakan
orang-orang yang tidak mau mendengarkan kebenaran dan tidak pula mau menuturkan
yang haq, sehingga orang tersebut tidak memahami ayat-ayat-Nya lalu pada
akhirnya menyebabkan dia menjadi seorang yang jahil, tidak mengerti apa-apa.
Kejahilan itulah bentuk kehinaan bagi orang-orang yang sombong.
Dan
orang yang sombong di akhirat dihinakan oleh Allah l
dengan memperkecil postur tubuh mereka sekecil semut. Hinaan datang kepada
mereka dari segala penjuru tempat. Hal ini sebagaimana disabdakan oleh
Rasulullah ` dalam hadits berikut,
"Orang-orang
yang sombong akan dihimpunkan pada hari Kiamat seperti dalam bentuk semut-semut
kecil dengan rupa manusia, dari segala tempat datang hinaan kepada mereka.
Mereka digiring ke penjara neraka Jahannam yang disebut Bulas, di bagian
atasnya api yang menyala-nyala dan mereka diberi minuman dari kotoran penghuni
neraka." (HR. Tirmizi & Ahmad,
dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albani dalam al-Misykat).
Inilah
hakikat sombong, sifat buruk yang sangat berbahaya. Lawan dari sifat ini adalah tawadhu. Maka sepantasnya, seorang Muslim
menjauhkan diri dari sifat
sombong dan menumbuhkan sifat tawadhu.
Semoga Allah l
mengisi dan memenuhi hati
kita dengan sifat
tawadhu. Mudah menerima kebenaran, dan tidak
meremehkan orang lain. Aamiin.
Red : Hajar_Aswad
Source : dari berbagai sumber

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !